RELA SYIRIK DEMI DIANGGAP ASYIK?

Tadi lihat Video ini di Postingan Lae Ade Afrianis RELA SYIRIK DEMI DIANGGAP ASYIK?
RELA SYIRIK DEMI DIANGGAP ASYIK?

Oleh: Azwar siregar

Tadi lihat Video ini di Postingan Lae Ade Afrianis. Saya bolak-balik Istighfar.

Saya kurang tahu kapan Video ini. Tetapi karena ada tulisan Desember 2021, berarti Video bulan ini.

Sedemikian rendahnya kah logika kita dalam memaknai Toleransi?

Sampai di Perayaan Keagamaan orang lain, sekelompok Muslim mesti merasa wajib untuk ikut berpartisipasi dalam menyemarakkan acara keagamaan mereka? 

Mereka berpakaian Santri demi menunjukkkan identitas muslim. Terus bernyanyi lagu-lagu arab (yang selalu disalah artikan mewakili Islam, padahal di Arab banyak juga umat Nasrani).

Tujuannya apa coba?

Apa mau bilang "hei, kami juga muslim. Dan kami ikut merayakan hari Natal kalian. Jadi kami adalah muslim yang toleran. Diluar kami adalah radikal!"

Gila!

Padahal makna Toleransi itu adalah menghargai dan menghormati. Sikap menghargai dan menghormati bukan berarti ikut campur atau mencampuri.

Makna toleransi beragama yang sejati adalah membiarkan orang lain beribadah dan merayakan hari keagamaannya tanpa gangguan.

Lha. Ini ikutan nyanyi-nyanyi ngga jelas. Terus menggunakan busana-busana dan Identitas Muslim. Apa bukannya sikap yang mengganggu ini?

Namanya Iman dan Ibadah sudah berbeda. Mengapa seperti dipaksa harus bersama?

Ini bukan lagi Toleransi. Tapi benar-benar Tololansi. 

Saya khawatir. Kedepan, demi dianggap paling toleran. Demi dianggap Kelompok Muslim paling asyik. Orang-orang Muslim model ini akan menghapuskan Surah Al Ikhlas karena dianggap "menyindir" ajaran agama orang lain.

Orang-orang ini juga akan meminta menghapuskan Surah AlKafirun, karena dianggap "menghina" Non Muslim.

Bukankah salah satu alasan para Ulama yang melarang Muslim untuk mengucapkan Selamat Natal apalagi sampai ikut merayakannya adalah karena masalah ketauhidan?

Kasihannya, orang-orang ini rela jadi syirik hanya demi dianggap jadi Muslim Asyik!

*Kalau ada yang menuduh saya Intoleran, berarti belum kenal saya. Sampai sekarang Pimpinan di Perusahaan saya adalah seorang Nasrani. Orang yang paling saya percayai. Orang Gudang dan Shopkeeper saya juga seorang Katholik taat. 
Walaupun Bisnis saya sedang surut, tapi saya tetap berjuang memberikan mereka THN agar mereka bisa merayakan Natal dengan sukacita.

[VIDEO]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini