Mengapa 'Orang Prabowo' yang Menduduki Jabatan Pangdam Jaya?

 Proses pelantikan dilakukan di Markas Besar TNI Mengapa 'Orang Prabowo' yang Menduduki Jabatan Pangdam Jaya?
Mayjen Untung Budiharto, anak buah Prabowo di Tim Mawar, kini jadi Pangdam Jaya. Proses pelantikan dilakukan di Markas Besar TNI, Jakarta pada Senin (10/1/2022).

Pengangkatan Mayjen Untung Budiharto (Akmil 1988) menjadi Pangdam Jaya menimbulkan banyak reaksi dari pengamat militer. Kalangan organisasi masyarakat sipil mempertanyakannya mengingat Jendral Untung adalah anggota Tim Mawar yang terlibat dalam penculikan para aktivis pro-demokrasi tahun 1998. 

Jabatan Pangdam Jaya umumnya adalah jalur ke jabatan yang lebih tinggi. Dan pengangkatan sangat sensitif secara politik. 

Tidak diragukan bahwa Untung adalah bagian dari "all Prabowo's men". Pertanyaannya adalah mengapa orang Prabowo yang menduduki jabatan Pangdam Jaya? 

Saya tidak tahu persis jawabannya. Namun saya bisa meraba bahwa pengangkatan ini tidak lepas dari konfigurasi kekuasaan di tingkat nasional sekarang ini. 

Para pengamat politik Indonesia tentu setuju bahwa politik Indonesia dikuasai oleh kekuatan-kekuatan kunci, yang diwakili oleh persona-persona yang saling bersaing namun juga saling bekerjasama. 

Jabatan Panglima TNI tidak bisa dilepaskan dari pengaruh mantan Kepala BIN, Jendral Hendropriyono. Jendral Andika Perkasa adalah menantu dari Hendro

Hendro masih kepercayaan dari Megawati Sukarnoputri, ketua umum PDIP, dan nasehat-nasehatnya masih didengarkan. Dan tentu Presiden Jokowi memasukkan faktor ini ketika mendudukkan Andika menjadi Panglima TNI. 

Jika Hendro mendapatkan sesuatu, bagaimana dengan Prabowo, yang pernah menjadi lawan berat Jokowi dalam dua Pilpres? Saya kira, jabatan Pangdam Jaya adalah untuk Prabowo. Ia mendudukkan loyalisnya disana karena dia tidak memiliki kerabat tentara yang bisa dia dudukkan disana. 

Apakah pembagian kekuasaan ini sudah merata? Belum. Masih ada satu jabatan strategis yang kosong. Itu adalah Pangkostrad. Jabatan ini sudah dua bulan kosong. 

Orang sudah mulai mempertanyakan mengapa jabatan ini dibiarkan kosong sedemikian lama? Kostrad adalah kesatuan tempur terbesar di Indonesia. 

Spekulasi yang saya dengar adalah bahwa jabatan ini akan diberikan kepada Mayjen Maruli Simanjuntak. Dia adalah mantan Komandan Group A Paspampres, group yang mengawal Jokowi sendiri dan keluarganya. Tentu tidak diragukan kedekatan Jokowi dan Maruli. 

Namun ada yang lebih penting dari kedekatan dengan Jokowi itu. Maruli Simanjuntak adalah menantu Jendral Pur. Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan seseorang yang dilihat memiliki pengaruh sangat kuat dalam administrasi pemerintahan Jokowi.

Akankah Jokowi memberikan jabatan ini kepada Maruli? Kabarnya  prosesnya masih di Wanjakti TNI dan baru akan diusulkan kepada Presiden. 

Saya kira, kita akan bisa melihat politik Indonesia dengan lebih jelas lewat siapa yang menjadi Pangkostrad. Jika itu Maruli atau bukan, maka kita bisa menafsir kekuatan pengaruh Luhut. 

Konfigurasi elit militer akhir-akhir ini sangat kuat memperlihatkan peta politik Indonesia. Prabowo dan Hendropriyono jelas semakin kokoh pijakannya di dalam maupun di luar pemerintahan. Mereka juga menguasai militer. 

Bagaimana dengan Jokowi dan Luhut? Inilah yang perlu kita perhatikan dengan seksama. Jika kekuatan Luhut memudar, kemanakah Jokowi berpaling? 

Presiden ini (Jokowi) adalah politisi yang paling jago dalam politicking dan membagi-bagi kekuasaan. Jadi bukan tidak mungkin dia bercerai dengan Luhut dan menyusun konfigurasi kekuatan baru.  Itu akan terlihat dari konfigurasi militer khususnya siapa yang memegang jabatan Pangkostrad.

*Dari tulisan Made Supriatma di facebook (13/1/2022)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini