Legislator PKS: Narasi LPDP Dikuasai 'Kaum Tarbiyah' Bikin Gaduh!

Legislator PKS: Narasi LPDP Dikuasai 'Kaum Tarbiyah' Bikin Gaduh!

[PORTAL-ISLAM]
 Anggota Komisi X DPR Fahmi Alaydroes buka suara terkait narasi viral yang menyatakan LPDP dikuasai kaum tarbiyah. Fahmi menilai narasi itu aneh dan bikin gaduh.

"LPDP dulu dikuasai kaum tarbiyah, narasi yang aneh dan tidak ada manfaatnya, cenderung bikin gaduh dan memecah belah. Lagi pula, kelompok mana sih yang dimaksud?" kata Fahmi kepada wartawan, Sabtu (19/2/2022).

Legislator PKS ini menyebut seleksi LPDP dilakukan dengan proses yang ketat dan objektif. Dia meminta pihak yang curiga untuk menelusuri dugaan tersebut.

"Setahu saya penerima beasiswa LPDP dilakukan melalui proses seleksi yang ketat, objektif, dan melibatkan pihak-pihak yang independen. Kalau mau dievaluasi, telusuri saja sejauh mana tingkat manfaat dan keberhasilannya beasiswa LPDP selama ini," ujarnya.

"Sejauh mana keberhasilan mahasiswa penerima beasiswa LPDP dalam menyelesaikan studi mereka dan sejauh mana kontribusi mereka dalam memajukan negara? Tidak usah diributkan pada hal-hal yang tidak relevan, tidak manfaat, bahkan cenderung bikin ribut saja," lanjut Fahmi.

Fahmi menyebut LPDP tidak dibahas dalam Komisi X DPR. Namun dia mengusulkan agar LPDP dapat juga dibahas di Komisi Pendidikan tersebut untuk pengawasan penyaluran beasiswa pendidikan tinggi.

"Sejauh ini pelaksanaan LPDP tidak pernah dibahas di Komisi X. Dana abadi LPDP dikelola oleh Kemenkeu, mitra dari Komisi XI. Bagus juga bila ke depan, Komisi X ikut mengawal, karena terkait masalah penyaluran beasiswa pendidikan tinggi yang kaitannya dengan Kementerian Pendidikan," ujarnya.

Viral LPDP Dikuasai 'Kaum Tarbiyah'

Sebelumnya, sebuah video viral isinya menyebut Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebelum jabatan direktur dipimpin oleh Dwi Larso dikuasai oleh kaum tarbiyah. Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, pun membantah.

Video yang berjudul 'LPDP Bukan Lagi Buat Tarbiyah' itu diunggah oleh Imam Besar Masjid Islamic Center of New York AS, Imam Shamsi Ali. Imam Shamsi mengunggah video itu sambil meminta LPDP meluruskan video tersebut.

"Ada yang bisa klarifikasi tentang LPDP ini? Setahu saya program ini terbuka tanpa ada sekat... video ini bisa misleading!" tulis Imam Shamsi di akun Twitternya, @ShamsiAli2, seperti dilihat, Sabtu (19/2).

Terlihat dalam video itu ada seorang wanita menyebut LPDP yang berada di bawah Kemenkeu dikuasai oleh kaum tarbiyah yang mengutamakan suatu golongan tertentu. Wanita dalam video itu menyebut siswa yang mendapat beasiswa dan dikirim ke luar negeri itu bukan berdasarkan kecerdasan, tetapi yang dinilai saleh dan beriman, tetapi hal itu tidak terjadi lagi setelah LPDP dipimpin Dwi Larso.

Penjelasan Dirut LPDP

Direktur Utama (Dirut) LPDP saat ini, Andin Hadiyanto, menegaskan video itu bukan dibuat oleh LPDP. Dia juga memastikan siswa yang mendapat beasiswa LPDP itu melalui proses seleksi.

"LPDP tidak pernah membuat dan mengedarkan video dimaksud. Pelaksanaan seleksi beasiswa sejak awal dilakukan dengan sistem dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Andin saat dimintai konfirmasi.

Andin mengatakan, sejak angkatan pertama, hasil kelulusan seleksi beasiswa LPDP dan seterusnya, komposisi penerima beasiswa LPDP sangat beragam dari sisi suku, gender, serta agama. Jadi dia memastikan informasi dari video itu tidak benar.

"Kelulusan atas proses seleksi beasiswa LPDP ditentukan oleh prestasi serta dipenuhinya persyaratan dan kriteria yang ditetapkan oleh LPDP," tegasnya.

Dia juga membantah bahwa LPDP dikuasai golongan tarbiyah. Sekali lagi, dia menegaskan seleksi siswa LPDP itu melalui proses seleksi yang transparan.

"Terkait isu LPDP 'pernah' dikuasai dan hanya mengutamakan golongan tertentu seperti dalam video tersebut adalah tidak benar," kata Andin.

"Perlu diketahui bahwa seleksi juga dilakukan dengan menggunakan sistem penilaian potensi akademik yang diselenggarakan Pusmenjar Kemendikbud, dilanjutkan dengan wawancara yang melibatkan pewawancara dari akademisi di luar LPDP," imbuhnya. (detik)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini