Sempat Ditangguhkan, Kini Akun @Wadas_Melawan Kembali Aktif

sempat memanas usai pecahnya konflik warga desa dengan kepolisian Sempat Ditangguhkan, Kini Akun @Wadas_Melawan Kembali Aktif
[PORTAL-ISLAM]  Desa Wadas, Kecamatan Bener,  Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sempat memanas usai pecahnya konflik warga desa dengan kepolisian. Alhasil banyak pihak yang memberikan sorotan pada polemik tersebut.

Salah satu sumber informasi yang dapat diakses untuk mengetahui perkembangan konflik di Desa Wadas adalah akun media sosial Twitter @Wadas_Melawan. Namun, akun media sosial itu sempat ditangguhkan dan tidak bisa diakses.

Baca Juga: Akun Twitter @Wadas_Melawan Ditangguhkan

Tetapi kini, akun media sosial Twitter @Wadas_Melawan telah kembali aktif. Hal itu dapat diketahui ketika Wartaekonomi.co.id mengunjungi laman akun tersebut. Akun tersebut pun telah melontarkan beberapa cuitan.

"Tampilan followers belum kembali. Sabar ya, nanti kami umumkan kalau akun ini sudah benar-benar pulih," cuit akun tersebut, dikutip Wartaekonomi.co.id pada Kamis, (17/02/2022).

Lebih lanjut, akun tersebut juga menyatakan tetap akan melanjutkan memperjuangkan hak-hak warga desa Wadas. 

"Tapi yang jelas, semangat masih membara dong," pungkasnya.

Kabar terbaru sore hari ini akun Twitter @Wadas_Melawan sudah pulih sepenuhnya, dilihat dari twit mereka.

"Kawan-kawan, saat ini akun twitter @Wadas_Melawan dan beberapa akun warga yang terkena suspend sudah bisa diakses kembali.
Oleh karena itu, saatnya kita kembali gaungkan suara warga Wadas dengan sekencang-kencangnya dan sebaik-baiknya."

Akun Wadas Melawan Suspend

Telah diberitakan sebelumnya pada Rabu (16/02/2022), siang, akun @Wadas_Melawan tidak dapat diakses. Ketika Wartaekonomi.co.id coba membukanya, terdapat tulisan yang menjelaskan bahwa akun tersebut telah ditangguhkan.

"@Wadas_Melawan: Akun ditangguhkan," seperti itu tulisan yang tercantum.

Sebagai informasi, ketegangan di Desa Wadas kembali memuncak semenjak tanggal 8 Februari 2022. Konflik itu disebabkan beberapa warga Wadas yang menolak dikerjakannya penambangan batu andesit, karena khawatir akan merusak kondisi alam disana.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, juga telah mengunjungi secara langsung warga di Desa Wadas. Selain mengungkapkan permintaan maaf kepada warga, Ganjar berjanji akan mencarikan solusi yang sama-sama baik untuk kedua pihak terkait.[wartaekonomi]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini