Sheikh Al Buty, Ulama Yang Paling Tidak Menyukai Segala Jenis Penghormatan Untuk Dirinya

 kita semua berbaris mulai dari depan mimbar sampai ke pintu masjid Sheikh Al Buty, Ulama Yang Paling Tidak Menyukai Segala Jenis Penghormatan Untuk Dirinya
Dulu, setiap habis pengajian “Risalah Qusyairiah” bersama Sheikhna Al Buty, kita semua berbaris mulai dari depan mimbar sampai ke pintu masjid, untuk bersalaman dengan beliau sambil beliau keluar masjid. Saat salaman, beliau paling tidak suka kalau kita mencium tangannya, padahal apa salahnya mencium tangan guru sebagai penghormatan.

Sagala jenis penghormatan untuk beliau tidak beliau sukai, saat beliau masuk masjid atau ruang kuliah, beliau tidak suka kalau kita berdiri menghormati kedatangannya. Saking tidak suka dengan penghormatan “formal” seperti itu, pernah semua sampul buku karya beliau diganti, hanya karena penerbit menulis Prof. Dr. di nama beliau, disaat orang lain memenuhi namanya dengan berbagai title ilmiah, sampai ke surat undangan resepsi pernikahan pun ditulis!

Dr. Junaid salah satu dosen kami dan salah satu murid kesayangan Sheikhna Al Buty menceritakan suatu saat dia sedang di ruangan Al Buty, hanya berdua saja, setelah sekian lama berguru ke Al Buty belum sekalipun dia bersalaman dan bisa mencium tangan gurunya itu, saat itu dia memberanikan diri bersalaman dan minta izin mencium tangannya, tapi dengan lembut Sheikhna Al Buty menolak! Padahal Al Buty sendiri sering terlihat mencium tangan orang saleh saat bersalaman, sebagai adab sopan santun dan penghormatan.

Kalau kita bertanya hukum mencium tangan, beliau menjawab, “mencium tangan orang tua dan orang saleh adalah hal yang bagus dan masyru’, dan saya kira saya itu tidak termasuk demikian”.

Rahimakallah sayyidi, engkau tau pintu-pintu setan masuk dalam hati manusia, setan mengganggu orang-orang saleh dengan ketaatan seperti halnya dia menggoda ahli maksiat dengan maksiat. Mungkin dengan mengijinkan orang-orang mencium tangannya, tanpa dia sadari tumbuh sedikit saja rasa sombong dalam hati, maka itu akan meruntuhkan semua amalan yang dilakukannya……

Tema utama yang selalu beliau ajarkan adalah "Saat kelak harus bertemu Allah, pastikan hatimu bersih dari syirik, bersih dari cinta dunia, dan bersih dari kebencian pada sesama..."

Zikra 2 Tahun Wafatnya Sheikhna Al Buty.

(Ust. Saief Alemdar)

*Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi (lahir di Turki, 1929, wafat di Damaskus, Suriah pada 21 Maret 2013) adalah seorang Ulama Suriah di bidang ilmu-ilmu agama Islam, dan merupakan salah satu ulama rujukan tingkat dunia, dan dihormati oleh banyak ulama besar di dunia Islam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini