Bismillah... Wahai Wanita Pencari Nafkah

Tak usah bersedih jika engkau terpaksa harus bekerja Bismillah... Wahai Wanita Pencari Nafkah
Bismillah. 

Wahai Wanita Pencari Nafkah....

Tak usah bersedih jika engkau terpaksa harus bekerja.

Jangan marah jika suami tak seideal yang engkau harapkan.

Jangan mengeluh bila akhirnya waktumu banyak tersita untuk bekerja dan mencari nafkah.

Karena bisa jadi rezeki keluarga bukan hanya datang dari suami
Karena bisa jadi Allah Ta'ala mengirim rezeki anak dan suamimu melalui tanganmu

In syaa Allah jika sabar dan ikhlas, apa yang engkau lakukan, menjadi amal saleh luar biasa di mata Allah Ta'ala. 

Segala kebaikan nafkah yang engkau berikan, In syaa Allah akan mendatangkan balasan yang baik pula.

Ketika suami sudah berusaha memenuhi nafkah sekuat tenaganya namun tetap tak mencukupi kebutuhan keluarga, in syaa Allah usaha kita sebagai ibu rumah tangga yang membantu mencari nafkah, menjadi salah satu ikhtiar kita dalam upaya menyelamatkan keluarga.

Melahirkan, menyusui, mengurus rumah, mengurus anak, melayani suami dan juga sekaligus bekerja mencari nafkah, in syaa Allah menjadi ladang pahala kita dunia akhirat.
Fighting!! Kuatlah! sabarlah!

Untuk kalian, para istri shalihah pencari nafkah, berbahagialah telah turut berjuang membela keluarga. Apa yang telah kalian nafkahkan untuk keluarga, in syaa Allah akan dicatat sebagai amalan yang serupa dengan sedekah tanpa dikurangi sedikitpun.
                
“Asal ada ridha suami”

Syarat dibolehkan wanita bekerja: 

1. Mendapatkan ijin dari suami (jika belum menikah mendapatkan ijin dari wali).

2. Tidak menjadikannya tidak taat terhadap suami.

3. Menerapkan adab-adab islami.

4. Berpakaian syar'i (menutup aurat dengan sempurna). 

5. Tidak memakai wangi-wangian.

6. Aman dari fitnah. 

7. Usahakan memilih pekerjaan yang bisa dikerjakan di dalam rumah. 

***

Allah Ta'ala berfirman:

“Katakanlah (wahai Muhammad), bekerjalah kalian! maka Allah, Rasul-Nya, dan para mukminin akan melihat pekerjaanmu.” (QS. At-Taubah ayat 105)

Allah Ta'ala berfirman:

“Wahai orang² yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang tidak benar, akan tetapi hendaklah kalian berdagang atas dasar saling rela diantara kalian.” (QS. An-Nisa ayat 29)

Allah Ta'ala berfirman:

“Jika tekadmu sudah bulat, maka tawakkal-lah kepada Allah!” (QS. Al Imran ayat 159)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Ingatlah kepada Allah ketika dalam kemudahan, niscaya Allah akan mengingatmu ketika dalam kesusahan!” (HR. Ahmad)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Seandainya aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya akan aku perintahkan perempuan untuk bersujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Setiap hari semua orang melakukan perjalanan hidupnya, keluar mempertaruhkan dirinya! Ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang mencelakakannya!” (HR. Muslim)

Allah Ta'ala berfirman:

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab ayat 59)

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Wanita mana saja yang memakai wewangian lalu ia keluar dan melewati para lelaki sehingga tercium sebagian dari wanginya tersebut, maka ia adalah seorang pezina. Dan setiap mata yang melihatnya juga pezina.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi).

Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah mengatakan,

“Boleh bagi wanita untuk menggunakan parfum di luar rumahnya dengan parfum yang nampak warnanya namun samar wanginya, seperti warad dan yasmin.” (Syarah Syifa’ul Alil, 6/48)

Allah Ta'ala berfirman:

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al-Ahzaab ayat 33).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wanita adalah aurat. Apabila ia keluar, syaitan akan menghiasinya dari pandangan laki-laki.” (HR. At-Tirmidzi)

-By Ummu AGHATSA-

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini