Jeritan Hati Kapten Timnas Rusia

dihujat pemain Ukraina karena bungkam soal agresi militer tanah kelahirannya Jeritan Hati Kapten Timnas Rusia
[PORTAL-ISLAM]  Kapten Timnas Rusia, Artem Dzyuba, dihujat pemain Ukraina karena bungkam soal agresi militer tanah kelahirannya. Dzyuba kini menjelaskan alasannya tak mau berkomentar.

Setelah terus ditekan, pemain Zenit St. Petersburg itu akhirnya menjelaskan kenapa dirinya masih belum mau berkomentar soal agresi militer Rusia ke Ukraina. Dia mengaku bukan orang yang memiliki kapasitas untuk bicara hal tersebut, namun tetap menegaskan bahwa perang adalah sesuatu yang mengerikan.

"Sampai saat ini, saya tidak ingin berbicara tentang topik peristiwa di Ukraina," tulis Dzyuba di akun Instagram pribadinya (3/3/2022).

"Saya tidak mau, bukan karena saya takut, tetapi karena saya bukan ahli politik, saya tidak pernah masuk dan tidak berniat (tidak seperti sejumlah besar ilmuwan politik dan ahli virus yang baru-baru ini muncul di Internet). Tapi seperti orang lain, saya punya pendapat sendiri. Karena saya tertarik pada topik ini dari semua sisi, saya akan mengungkapkannya."

"Perang itu menakutkan. Tetapi saya dikejutkan oleh agresi dan kebencian manusia, yang setiap hari skalanya makin membesar."

"Saya menentang diskriminasi berdasarkan kebangsaan. Saya tidak malu bahwa saya orang Rusia. Saya bangga menjadi orang Rusia. Dan saya tidak mengerti mengapa atlet harus menderita sekarang."

"Saya menentang standar ganda. Mengapa seseorang dapat melakukan segalanya, dan mereka mengorbankan kami semua. Mengapa semua orang berteriak tentang olahraga agar tidak dicampuri ke politik, tapi pada kesempatan pertama, ketika menyangkut Rusia, prinsip ini benar-benar dilupakan?"

"Sekali lagi, perang itu menakutkan. Dalam situasi kalut, orang menunjukkan esensi mereka, terkadang negatif. Betapa banyak kemarahan dan cacian diberikan pada semua orang Rusia, terlepas dari posisi dan profesi mereka. Ribuan orang yang menulis hinaan dan ancaman itu."

"Perang akan berakhir, tetapi hubungan antar manusia akan tetap ada. Itu tidak akan hilang."

"Untuk beberapa kolega yang duduk nyaman di rumah-rumah mewah di Inggris dan mengatakan hal-hal buruk: Itu tidak bisa menyinggung kami, kami memahami segalanya!" Dzyuba mengakhiri.

Seperti diketahui, Rusia resmi dikeluarkan dari Piala Dunia. Ini terjadi setelah FIFA dan federasi sepak bola Eropa, UEFA, menerapkan sanksi.

Rusia diskros dari semua kompetisi internasional hingga pemberitahuan lebih lanjut. 

"FIFA dan UEFA hari ini telah memutuskan bersama bahwa semua tim Rusia, baik tim perwakilan nasional atau tim klub, akan ditangguhkan dari partisipasi dalam kompetisi FIFA dan UEFA hingga pemberitahuan lebih lanjut," bunyi pernyataan bersama itu, dikutip Reuters, Selasa (1/3/2022).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini