Mengapa dukun disebut orang pintar? Karena yang percaya dukun ORANG BODOH semua 不

 Kok bisa kamu menganggap manusia bisa punya kesaktian begitu Mengapa dukun disebut orang pintar? Karena yang percaya dukun ORANG BODOH semua 不
Sudah jaman metaverse begini, ampun dah, kamu menggeram-geram, baca-baca mantra, lantas pesugihan, rezeki datang, uang berlipat ganda, dan hal-hal tidak masuk akal lain? Kok bisa kamu menganggap manusia bisa punya kesaktian begitu? 

Mbok ya mikirlah simpel.

Jika itu dukun memang sakti, ngapain lagi dia buka praktek, jualan jasa dukun? Dia bisa geser-geser hujan toh? Maka dia bisa geser-geser rezeki, bawa ke depan pintu rumahnya sendiri. Ngapain buka jasa praktek, terima amplop. Dia bisa bikin orang lain kaya, sukses, dapat jabatan, toh? Lah, kenapa dia tidak duluan saja yang dibikin berkuasa? Ngapain sok mulia bantu-bantu orang lain.

Kalau dibilangin begini, selalu saja orang-orang yg percaya beginian ngelesnya, oh kalau buat sendiri tidak bisa. Oh, itu ilmu hanya utk bantu orang. Ambyar deh! Itu ilmu kok uaneh tenan. Justeru ilmu yang betulan itu, kamu praktek buat diri sendiri, baru deh buat orang lain. Lah, buat kamu sendiri saja tidak bisa, gimana mau ngurus orang lain? 

Dukun-dukun ini, orang-orang pinter ini memang simpel hanyalah profesi. Jualan. Kamu percaya? Silahkan bayar. Tapi pikirkan dong, terlalu deh, kuliah sudah tinggi2, S1, dll, ada yang jauh-jauh ke LN, kalau ngomong sok gaya bahas-bahas metaverse, mobil listrik, dan segala kecanggihan dunia. Eh, ujung-ujungnya masih percaya orang-orang yg menggeram, membaca mantra. Jampi-jampi. 

Kalau kamu memang percaya hal-hal beginian, kamu tidak butuh dukun sebagai mediumnya. Kamu saja yang menggeram-geram, baca mantra. Rrrrr.... Arrrgg.... Eerrrr.... Ooorrr.... Bisa. Kok kamu malah percaya ke orang-orang yg pendidikannya dimanalah, karyanya apalah, pernah bikin skripsi, thesis, disertasi? Kok lucu, kamu yg lebih berpendidikan malah percaya sama dukun yang entah apa pendidikannya.

Bahkan setakut apapun kamu, sehebat apapun sugesti perdukunan ini kepada kamu, ayolah, kamu percaya ada orang sakti? Duh, orang2 sakti ini kok nasibnya nggak jadi sultan deh?

Tidak perlu bawa2 agama. Cukup dengan logika saja. Masuk tidak di akal kamu? 

(By Tere Liye)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini