Coba perhatikan betapa gelisahnya mereka yang tidak menginginkan Anies Baswedan jadi Presiden...

Mantan Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan Coba perhatikan betapa gelisahnya mereka yang tidak menginginkan Anies Baswedan jadi Presiden...
Kenapa Anies Baswedan Rileks Saja?

Oleh: Joko Warsito
(Mantan Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) II dan Dewan Penasihat DPP Relawan Anies P-24)

COBA perhatikan betapa gelisahnya mereka yang tidak menginginkan Anies Baswedan jadi Presiden.

Berapa banyak biaya yang mereka keluarkan untuk menjegal Anies maju jadi Presiden.

Berapa tukang survei, inpluencer yang mesti dibayar supaya membangun opini negatif tentang Anies.

Singkat cerita segala cara mereka lakukan, formal dengan menggunakan instrumen pemerintah, maupun informal melalui para pemilik modal, buzzer, tukang survei, ulama gadungan, intektual palsu, hingga operasi intelijen.

Kenapa begitu nampak ketakutan mereka ke Anies?

Anies yang humanis itu kenapa ditakuti?

Anies yang diterima berbagai kalangan umat beragama itu kenapa ditakuti?

Anies yang disambut meriah di berbagai kunjungannya ke daerah-daerah kok ditakuti?

Anies yang memperoleh penghargaan dari Sekjend Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang memberikan kuliah umum di Oxford University kok ditakuti?

Anies yang sukses menggelar seri formula E, tanpa bantuan BUMN kok ditakuti?

Rileks, sikap rileks Anies menanggapi para pembencinya, para pesaingnya, juga terhadap para koleganya itulah saya kira yang membuat orang-orang takut kepadanya.

Kenapa bisa demikian, karena jiwa yang tenang, jiwa yang rileks, jiwa yang santai namun waspada itu, adalah jiwa yang terbimbing bukan oleh manusia.

Jiwa bisa seperti itu karena anugerah Ilahi.

هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ

"Allah yang menurunkan ketenangan ke dalam jiwa orang yang beriman".

Begitulah Allah berfirman.

Jika demikian, dari kalangan mana yang takut kepada orang beriman itu?

Sudah Ketentuan Allah

Wahai sebangsa dan setanah airku tercinta, jika Allah menghendaki negeri ini baik, maka Allah memberikan pemimpin yang memiliki hikmah kebijaksanaan, sebagai Rahmat-Nya.

Sebaliknya jika Allah menghendaki negeri ini makin memburuk keadaannya, maka Allah berikan pemimpin dengan kualitas yang makin buruk.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya.

Alhamdulillah saya cukup menyimak dan menikmati perkembangan wacana, opini politik yang berlangsung.

Terima kasih, kalian telah memberikan tontonan yang mengasyikkan.

Selamat berkompetisi, insya Allah pemenangnya jika untuk kemajuan bangsa adalah yang memperoleh pertolongan Allah SWT.

Dan sebaliknya, jika demi kehancuran bangsa, pemenangnya adalah yang jauh dari pertolongan Allah SWT.

20 Juni 2022

(Sumber: Serambinews)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini