Kekurangakuratan Dalam Menerjemahkan Syahadatain

 biasanya anda tahunya diterjemahkan bagaimana Kekurangakuratan Dalam Menerjemahkan Syahadatain
๐Š๐ž๐ค๐ฎ๐ซ๐š๐ง๐ ๐š๐ค๐ฎ๐ซ๐š๐ญ๐š๐ง ๐ƒ๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐Œ๐ž๐ง๐ž๐ซ๐ฃ๐ž๐ฆ๐š๐ก๐ค๐š๐ง ๐’๐ฒ๐š๐ก๐š๐๐š๐ญ๐š๐ข๐ง

Oleh: Ustadz Arsyad Syahrial

Tahu Rukun Islฤm yang ke-1 kan, yaitu: Syahadatain…?

Iya, Syahadatain:

"ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†ْ ู„َّุง ุงِู„َู‡َ ุงِู„َّุง ูฑู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ูˆَ ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏً ุงุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ"

Coba, biasanya anda tahunya diterjemahkan bagaimana…?

Umumnya diterjemahkan sebagai: "Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allลh, dan saya bersaksi bahwa Muhammad utusan Allลh"… demikian, bukan?

Coba lihat kalau dalam Bahasa Inggris, Syahadatain di atas itu diterjemahkan sebagai: "I bear witness that no deity is worthy of worship but Allลh, the One alone without partner, and I bear witness that Muhammad is His servant and His Messenger".

Perhatikan, beda banget ya antara terjemahan Syahadat versi Bahasa Indonesia dengan versi Bahasa Inggris?

Itu memang karena terbatasnya Bahasa Indonesia tersebut…

Apa kekurangannya terjemahan Indonesia itu…?

Kekurangakuratan penerjemahan itu mengakibatkan banyak dari kaum Muslimฤซn di Indonesia yang jadi salah dalam memahaminya, bahkan oleh sebagian penda‘wah dari agama lain kekurangakuratan itu malah dimanipulasi untuk menanamkan syubhฤt di kepala sebagian dari kaum Muslimฤซn…

Seharusnya, Syahadatain "ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†ْ ู„َّุง ุงِู„َู‡َ ุงِู„َّุง ุงَู„ู„ّٰู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ، ูˆَ ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏً ุงุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ" itu diterjemahkan:

"Saya sunguh-sungguh bersaksi bahwa tidak ada ilah (tuhan / sesembahan) yang berhak untuk di‘ibฤdahi dengan benar selain dari Allลh, yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, dan saya sungguh-sungguh bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba Allลh dan utusan pembawa risalah dari Allลh."

Karena kalau tidak, maka akan terjadi kesalahan fatal:

⑴. Apabila "saya sungguh-sungguh bersaksi" diganti hanya dengan "bersaksi", padahal "asyhadu an" itu artinya ya seperti di dalam Bahasa Inggris, "I bear witness", atau sungguh-sungguh berikrar. Sangat berbeda jauh antara "sungguh-sungguh bersaksi" (berikrar) itu dengan hanya sekadar "bersaksi".

⑵. Jika diterjemahkan hanya "tiada tuhan selain dari Allลh", padahal seharusnya adalah "tiada ilah (sesembahan) yang berhak di‘ibฤdahi dengan benar selain dari Allลh yang Maha Esa dan tiada serikat bagi-Nya". Maka di sini ada 2 kesalahan fatal, yaitu:

⒜. Tiada tuhan selain Allลh ๏ทป itu artinya bisa jadi bahwa semua tuhan-tuhan itu apapun juga namanya, maka ia adalah "Allลh". Sehingga bisa berarti tuhan-tuhan bฤthil lain yang diaku oleh pemeluk agama lain yang namanya bermacam-macam itu adalah "Allลh" juga.

⒝. Tiada tuhan selain Allลh itu akan dibantah oleh pemeluk agama lain dengan: "enak saja, ada kok tuhan-tuhan yang lain selain dari Allลh-nya orang Islฤm itu!"

Paham kan kenapa harus terjemahannya itu harus benar-benar tepat?

Karena jika seseorang telah sungguh-sungguh bersaksi (berikrar) bahwa tiada ilah yang berhak di‘ibฤdahi dengan benar selain dari Allลh yang Maha Esa yang tiada serikat bagi-Nya, sedangkan tuhan-tuhan yang lain selain dari Allลh adalah tidak benar (bฤthil). Jadi  pernyataannya itu sudah sangat jelas dan tak perlu klarifikasi lanjutan.

Syahadat "ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†ْ ู„َّุง ุงِู„َู‡َ ุงِู„َّุง ุงَู„ู„ّٰู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ" itu adalah ikrar keislฤman, keฤซmฤnan, dan keikhlฤshan di dalam hidup.

Berikutnya, syahadat "ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏً ุงุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ" jika hanya diterjemahkan sebagai hanya sebagai "aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allลh", maka kesalahannya adalah:

(3). Utusan itu tak perlu 100% dita'ati. Sangat berbeda dengan ketika dipersaksikan dengan sungguh-sungguh (ikrar) bahwa Muhammad ๏ทบ adalah pembawa risalah (messenger) yang membawa suatu risalah (petunjuk) yang harus dita'ati dan diikuti.

Jadi seorang Muslim / Muslimah yang telah berikrar bahwa Muhammad ๏ทบ itu adalah hamba Allลh ๏ทป, pembawa risalah dari Allลh ๏ทป, maka berarti ia telah berikrar bahwa tidak akan meng‘ibฤdahi Allลh ๏ทป selain dengan apa-apa yang telah disampaikan / ditunjukkan / diajarkan oleh Muhammad ๏ทบ. Itulah makna syahadat kedua, yaitu ikrar untuk ber-ittiba’ kepada Baginda Nabฤซ Muhammad ๏ทบ.

Syahadatain itu adalah ikrar seseorang untuk berserah diri kepada Allลh ๏ทป (berislam), berฤซmฤn kepada ketauhฤซdan Allลh (secara rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wash-shifat), dan mengikhlฤshkan hidup dan matinya untuk Allลh ๏ทป semata, kemudian untuk tidak meng‘ibฤdahi Allลh ๏ทป selain dengan apa-apa yang diajarkan oleh Baginda Nabฤซ Muhammad ๏ทบ.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini