Publik Makin Curiga... Pihak Polisi Tidak Datang Saat Diundang tvOne Terkait Demo FPI Palsu

Publik Makin Curiga... Pihak Polisi Tidak Datang Saat Diundang tvOne Terkait Demo FPI Palsu

[PORTAL-ISLAM]
 Demo FPI Palsu (yang menamakan sebagai FPI Reborn) yang melakukan aksi dan deklarasi dukung Anies Baswedan Capres 2024 pada Senin lalu (6/6/2022) di kawasan Patung Kuda Jakarta, telah menimbulkan kecurigaan publik siapa dalang di balik demo FPI Palsu ini.

Publik curiga bagaimana bisa FPI Palsu ini diberi izin dan dibiarkan melakukan demo/aksi, padahal katanya ormas terlarang, boro-boro demo, kemarin waktu Idul Fitri saja Posko Mudik FPI tidak diperbolehkan dan dibubarkan.

Loh kok ini demo FPI Palsu ujug-ujug malah aparat membiarkan, bahkan terkesan mengawal dan mengamankan.

Pihak Polisi pasti tahu kalau FPI Asli mau melakukan aksi maka beritanya sudah santer jauh-jauh hari, bahkan pasti ada statemen dari pihak polisi akan mengerahkan berapa pasukan, juga ada warning aksi harus tertib kalau tidak akan ditindak, bisasanya begitu ramai media memberitakan sebelum hari H aksi FPI.

Lah ini kok ujug-ujug ada demo aksi mengatasnamakan FPI dan berjalan aman sentosa.

Bahkan ada video yang memperlihatkan betapa akrab dan santunnya aparat dengan peserta aksi.

Publik tentu curiga: "Kenapa diizinkan ada Aksi Dukungan Palsu dan Menduplikat FPI Palsu, yang justru menimbulkan keresahan dibiarkan bahkan terkesan dilindungi?" 

TvOne sebagai media menggunakan Hak Persnya untuk menelisik ada apa di balik demo FPI palsu ini, dan mengangkatnya di acara CATATAN DEMOKRASI tadi malam (Selasa, 7 Juni 2022).
Namun sayanganya pihak Polisi yang diundang tvOne tidak datang.

Padahal sangat penting pihak Polisi memberi penjelasan atas kecurigaan publik.

Pihak FPI Asli pun menyayangkan tidak hadirnya pihak polisi di acara tvOne itu.

"Mohon maaf, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan -nya tidak datang. Jadi pertanyaan "Kenapa diizinkan ada Aksi Dukungan Palsu dan Menduplikat FPI Palsu, yang justru menimbulkan keresahan dibiarkan bahkan terkesan dilindungi?" Tidak terjawab," ungkap FPI di akun resmi twitternya Lembaga Informasi Persaudaraan @DPP_LIP.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini