BUMN Gulung Tikar, Salah kelola?

Hingga kini mendekati penghujung tahun, sejumlah BUMN masih mencatatkan utang dengan nilai triliunan rupiah. Berikut daftar 6 BUMN yang mempunyai nilai utang bombastik. Foto/Dok (sindo)

Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sesuai dengan kepanjangannya, merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh negara. Bukan tanpa tujuan, BUMN didirikan dengan maksud  mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun yang terjadi beberapa waktu belakangan, beberapa BUMN dinyatakan rugi. Tentu saja hal ini menimbulkan keresahan dan kritik di tengah masyarakat yang mempertanyakan kinerja layanan publik ini.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto, mengatakan beban utang BUMN disebabkan dua hal. Pertama, dampak pandemi Covid-19 yang memukul kinerja semua industri, termasuk BUMN. Kedua, kinerja berbagai BUMN yang sudah buruk, seperti Istaka Karya, Merpati Nusantara Airlines, Industri Sandang Nusantara (ISN), Industri Gelas (Iglas), Kertas Kraft Aceh (KKA), dan Pembiayaan Armada Niaga Nasional (PANN) (kompas.com, 23/07/2022).

Prediksi daftar BUMN yang bangkrut menyusul Istaka karya yang dinyatakan pailit, Merpati Airlines, PT.Industri Sandang Nusantara, PT.Iglas, PT.Kertas Kraft Aceh, Jakarta.CNBC Indonesia.

Sejumlah BUMN yang mengalami kerugian dan pailit milik negara, ini dikabarkan gulung tikar karena kesalahan manajemen, dan mengakibatkan banyak yang merugi dan pailit, karena banyak utang. 

Dalam keadaan seperti pemerintah terus menyuntikkan modal ke BUMN, dengan alasan untuk mengatasi masalah, pemerintah pengelontorkan dana segar pada BUMN melalui penyertaan modal negara (PMN) sejumlah Rp73,26 triliun pada 2023. 

Padahal kondisi keuangan negara Indonesia sedang dalam keadaan tidak baik-baik, dan dunia tengah mengalami ancaman resesi global. Utang Indonesia sendiri hingga akhir Mei 2022 mencapai Rp 7.002,24 triyun.

Selama ini BUMN kerap merugi dan terkesan mudah mendapatkan gelontoran dana dari pemerintah. Alasannya bukan rahasia lagi jika perusahaan plat merah itu kerap menjadi sapi perah banyak kepentingan termasuk pemerintah sendiri. Pemerintah juga dikabarkan akan menggelontorkan dana segar kepada BUMN pailit ini melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp73,26 Triliun pada 2023. Padahal, kondisi keuangan negara Indonesia sedang tidak baik-baik saja dan dunia tengah mengalami ancaman resesi global. Utang Indonesia sendiri hingga akhir Mei 2022 mencapai Rp7.002,24 triliun. (cnbcindonesia.com, 14/01/2022)

Jauh berbeda dengan sistem Islam. Islam memiliki seperangkat aturan yang langsung datang dari Sang Pencipta manusia. Seluruh aturannya mampu menyelesaikan permasalahan. Dalam Islam, perusahaan yang mengelola kepemilikan umum tidak boleh diprivatisasi oleh swasta, apalagi asing. Hasilnya diperuntukkan semata untuk kemaslahatan umat. Begitu pun para pemimpin dan pengelolanya yang amanah, menjadikan kinerja perusahaan akan baik. 

Perusahaan tidak akan menjadi “sapi perah” kepentingan siapa pun. Kepentingan penguasa hanya satu, yaitu terselesaikannya permasalahan umat. Oleh karena itu, permasalahan BUMN bukan sekadar teknis buruknya pengelolaan, melainkan lebih mendasar dari itu, yakni tata kelolanya yang neoliberal. Untuk menyelesaikannya secara tuntas harus mengubah tata kelolanya menjadi tata kelola yang dituntun syariat, bukan Barat.




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini