Karir Melejit Sambo, Ternyata Karena....

 kecuali dekat sama Kapolri Tito Karnavian saat Pak Tito jadi Kapolri rasanya gak ada yang Karir Melejit Sambo, Ternyata Karena....
Oleh: Naniek S Deyang (Eks wartawan senior)

Irjen Ferdy Sambo, lulusan Akpol 94, kecuali dekat sama Kapolri Tito Karnavian saat Pak Tito jadi Kapolri rasanya gak ada yang menonjol prestasinya. Namun lihatlah kariernya, lulusan '94 dia sudah bintang 2.

Kariernya resmi di kepolisian melejit, seiring dengan jabatannya di Satgassus (organisasi non struktural di kepolisian yg banyak menangani bisnis gelap), di era kapolrinya Pak Tito dia jadi Sekertaris Satgassus, di era Kapolrinya Pak Idham dia jadi Kepala Satgassus hingga sekarang Kapolrinya Pak Listyo Sigit.

Kekayaannya sebagai bintang 2 ini luar biasa, misalnya dia punya rumah pribadi di Jln Duren Tiga (di luar rumah Dinas), di Jln Saguling yg ditempati, di Jln Bangka yg ditemukan bunker duit, di Magelang, dan yg belum pernah disebut polisi konon di jln Hang Lekir.

Semua rumah Sambo di kawasan mahal. Empat rumah pribadi yg di Jakarta diprediksi berharga di atas 30 miliar per rumah. Sedangkan di Magelang karena di daerah harganya diprediksi di atas 5 miliar. Yang di Magelang katanya itu dulu rumahnya mantan Kapolri, Idham Azis.

Lihat garasi rumahnya, dari CTTV seorang pakar otomotif menyebut sedikinya Sambo punya 5 mobil (yg terlihat) 4 jenis Lexus berharga 2-4 miliar dan 1 jenis Toyota Land Cruiser seharga 1,5-2 miliar.

Bandingkan dengan lulusan sekolah kedinasan TNI seperti: Akmil (Akademi Militer), AAL, dan AAU, kalau lulusan tahun '94, palingan masih pada pangkat Kolonel dan hanya satu dua saja yg sdh jadi bintang 1. Kekayaannya? yg bertugas di Irian Jaya, mungkin dah punya rumah dan mobil rada bagus, yg gak bertugas di Irja ya rumah satu, dan mobil Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero harganya sekitar 500 jutaan.

Lebih ngenes lagi kalau dibandingkan dengan Alm M Mubin, lulusan Akmil 82 mantan Dandim Tarakan, yg dihari tuanya jadi sopir (setelah pensiun), dan demi mencari nafkah ia harus meninggal dunia bersimbah darah ditusuk Aseng.

Masuk Akmil, AAU, dan AAL itu sama susahnya masuk Akpol. Malah di jaman namanya AKABRI dimana semua jadi satu, biasanya yg masuk polisi itu yg nilainya paling rendah. Tapi setelah lulus nasibnya ternyata polisi paling moncer.

(fb)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini