Duh! Tarif Ojol Naik Drastis, Konsumen Hingga UMKM Menjerit

Ilustrasi Gojek (Tribunnews)

Dilansir dari TribunNews.com, tarif ojek online (ojol) per hari ini resmi mengalami kenaikan usai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Keputusan Menteri 677 Tahun 2022 tentang penyesuaian tarif seiring kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Salah satu perusahaan yang melayani layanan ojek online, Gojek, memastikan adanya penyesuaian tarif.

Kementerian Perhubungan c.q Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah menerbitkan regulasi terbaru untuk mengatur tarif ojek online. Aturan tersebut tertuang melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi pada tanggal 4 Agustus 2022 dan selanjutnya Perusahaan Aplikasi segera melakukan penyesuaian tarif ini pada aplikasinya. Terbitnya KM Nomor KP 564 Tahun 2022 menggantikan KM Nomor KP 348 Tahun 2019. Aturan baru ini menjadi nantinya akan pedoman sementara bagi penetapan batas tarif atas dan tarif bawah ojek online. (hubdat.dephub.go.id)

Narasi APBN jebol, subsidi harus di cabut, negara dirugikan selalu menjadi alasan untuk menaikkan harga BBM. Kemudian akan diikuti dengan naiknya harga harga kebutuhan hidup, padahal sebelumnya harga setiap barang sudah naik karena ada kebijakan kenaikan pajak 11%. Selanjutnya kenaikan BBM ini juga dibarengi dengan pembagian BLT agar masyarakat menerima kebijakan kenaikan BBM. Kebijakan ini selalu dilakukan dalam sistem kapitalisme, meskipun pemerintah mengetahui bahwa masyarakat akan mengalami dampak dari kenaikan BBM.

Jelas ini sebuah kezaliman yang besar terhadap seluruh rakyat terutama rakyat miskin dan hampir miskin. Betapa tidak, di saat sebagian besar rakyatnya mengalami guncangan ekonomi akibat dampak dari Covid-19, ternyata pemerintah tetap tega mengambil untung besar dari bisnis BBM yang sejatinya milik rakyat karena sebagian besar digali dari perut bumi Indonesia. Semua kebijakan buruk dan zalim ini akibat diterapkannya sistem demokrasi kapitalis. 

Sistem ini telah menjadikan penguasa tidak lebih dari sekadar makelar yang berkelindan dengan kepentingan para pemilik modal dalam mendagangkan hajat hidup publik. Sistem ini juga telah melahirkan penguasa zalim tanpa empati sedikit pun kepada rakyatnya, yang menghilangkan fungsinya sebagai penjaga dan pelayan rakyat. Di Indonesia diperburuk dengan pemerintah yang tidak taat pada aturan yang telah mereka buat sendiri. Sungguh berbeda dengan sistem yang lahir dari aturan Islam. Dalam pandangan Islam, sumber daya alam yang jumlahnya besar seperti minyak bumi merupakan harta milik umum. 

Pemerintah harus mengelolanya secara langsung, dengan alasan apa pun tidak boleh menyerahkan pada pihak swasta apalagi asing. Semua hasil pengelolaannya diberikan kepada seluruh rakyat berupa BBM murah bahkan gratis. Jika masih tersisa dari hasil pengelolaan tersebut dapat diberikan dalam bentuk kesehatan, pendidikan, atau kebutuhan publik lainnya secara gratis. Sistem Islam ini juga akan melahirkan para pemimpin yang bertakwa, menjadikan kepemimpinan adalah sebuah amanah yang pasti akan dimintai pertanggungjawabannya dari Allah SWT terhadap kepemimpinannya. Selain itu pemimpin juga berfungsi sebagai pelindung dan pelayan rakyat. 

Semua konsep ini membentuk pemimpin bertanggung jawab dan jujur serta mencintai rakyatnya. Pemimpin yang seperti ini tidak mungkin menipu, apalagi menyengsarakan rakyatnya dengan menerapkan aturan yang zalim.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini