NUKLIR PUTIN

kali menggunakan ancaman penggunaan senjata Nuklir baik untuk mengertak NATO maupun Ukrain NUKLIR PUTIN
Nuklir Taktis

Russia berkali-kali menggunakan ancaman penggunaan senjata Nuklir baik untuk mengertak NATO maupun Ukraina, namun pernyataan Putin kali ini tidak bisa dianggap sebuah gertakan oleh para pengamat militer Barat, ataupun para jenderal NATO.

Bahkan sekelas Joe Biden juga mengganggap serius pernyataan Putin beberapa hari lalu perihal rencana penggunaan Nuklir jika Ukraina masih saja menyerang wilayah Luhanks, Donetsk, Zhaporizhizha, serta Kherson setelah hasil referendum selesai.

Namun Biden tidak pernah takut akan ancaman Nuklir putin tersebut, dia menegaskan akan merespon dengan cara yang sama jika Russia benar-benar menggunakan senjata pemusnah massal tersebut baik di Ukraina ataupun di negara NATO lainnya.

Kenapa Biden benar-benar yakin akan pernyataan Putin tersebut untuk penggunaan senjata Nuklir, kita kilas balik dahulu sejenak, sebelum invansi Russia pada tanggal 24 Februari 2022, AS sudah berkali-kali mengatakan bahwa Russia akan menginvansi Ukraina dalam waktu dekat semenjak bulan Juni 2021 silam namun semua negara baik negara Eropa sendiri tidak mempercayai data intelejen tersebut, dan pada bulan Februari Putin benar-benar melakukan invansi.

Kemudian pada awal Agustus kemarin, Biden mengatakan bahwa Putin bertemu pemimpin Iran di Teheran adalah menandatangani perjanjian pembelian drone dengan sistem pertukaran 24 unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 ditukar dengan 1200 drone kamikaze dan 290 drone kombatan MALE (Medium Altitude Long Endurance). Dan banyak para pengamat tidak mempercayai hal tersebut, namun sekarang faktanya Russia menggunakan drone kamikaze Iran di medan laga Ukraina.

Kini Biden lagi-lagi memberikan point kunci terkait rencana Putin untuk menggunakan Nuklir dan ada beberapa bukti yang sudah kami dapatkan berupa perubahan frekuensi radio antara pusat komando Russia dengan ruang peluncuran silo balistic di Siberia dan bisa anda lihat dan anda dengarkan sendiri percakapannya


Jadi bisa kami simpulkan, perang di Ukraina adalah pintu pembuka untuk Perang Dunia ke 3 (Nuke War/Perang Nuklir). 


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini