PARTAI DAFTAR PEMILU, AKANKAH MENJADI HARAPAN SOLUSI MASALAH BANGSA ?


Ilustrasi (detikcom) 


KPU melaporkan hingga Minggu 1 - 14 Agustus, sudah ada lebih dari 18 partai politik yang ikut berpartisipasi untuk memeriahkan pesta demokrasi, yang  mendaftar sebagai bakal calon peserta pemilu 2024.


Berbondong - bondongnya calon kontestan pemilu 2024 ini yang mendaftarkan kepada KPU untuk mendapat pengesahan dan berbagai cara yang digunakan sebagai selebrasi atau penarik simpati publik, seolah kesertaannya dalam pemilu ini menjadi syarat selesainya masalah bangsa. 


Mekanisme pendaftaran dan verifikasi parpol untuk tahun ini berbeda dengan tahun 2017 yang lalu, yaitu harus memasukkan data persyaratan sebagai parpol peserta pemilu ke Sipol, baru bisa dilanjutkan mendatangi dan mendaftar di KPU, artinya mereka harus meng - input data persyaratan di sistem informasi parpol, dimana pada tahun lalu pihak DPW dan DPD bisa langsung mendaftar di KPU baik tingkat provinsi, kota dan kabupaten.


Calon parpol yang sudah mendaftar adalah berasal dari partai politik yang baru atau partai politik lama seperti PKB, Gerindra, partai republik Indonesia, Hanura dan lain-lain.


Keberadaan parpol di sistem demokrasi kapitalisme ini, sebagai sarana yang akan menjembatani warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam proses pengelolaan negara, oleh karenanya partai politik mempunyai peranan yang penting dan merupakan sebagai unsur terbesar atas kelancaran proses politik dalam sistem demokrasi ini.


Banyaknya kepentingan yang mendorong berdirinya partai politik, yang lengkap dengan visi, misi dan ideologi yang dibawa masing-masing parpol, pasti akan banyak memunculkan pertentangan atau bahkan permusuhan terutama bagi para pendukungnya dan juga kita tidak bisa menutup mata bahwa di sistem demokrasi kapitalis ini, tidak ada kawan dan lawan yang abadi yang ada hanya kompromi demi kepentingan golongan semata 


Peraturan yang dibuat pun tidak akan luput dari keuntungan atau manfaat yang akan didapatkan sebagai balas budi, yang tak berbelas kasih kepada rakyat itu artinya kepentingan rakyat bukan sebagai suatu prioritas.


Maka wajar di sistem demokrasi kapitalis ini undang-undang yang menjadi produk andalannya adalah buah dari pemikiran manusia yaitu yang tidak ada batasan yang jelas dalam pengelolaan negara dalam segala aspek kehidupan, yang ada hanya asas manfaat saja.


Solusi yang disodorkan pun tidak mengenai pada akar permasalahannya tetapi hanya tambal sulam, Inilah buah dari pemikiran manusia yang penuh dengan keterbatasan, dan aturan sang pencipta pun hanya dipakai untuk mengatur urusan ibadah saja, dalam sistem sekuler ini sudah jelas  memisahkan agama dari kehidupan.


Partai politik berdiri bukan hanya untuk meraih kekuasaan dan memenangkan suara semata, tetapi parpol harus memiliki peran strategis dalam perubahan di tengah masyarakat yaitu yang bisa membentuk kesadaran dan pemahaman politik yang benar pada masyarakat, politik yang benar adalah yang mengurus urusan rakyat dan yang bertujuan untuk membina dan mendidik umat tentang pemahaman yang lurus bukan sekedar sebagai wadah penampung aspirasi dan suara rakyat.


Selama ini banyak partai politik yang berdiri di negeri ini, tetapi gagal untuk membangkitkan kesadaran berpolitik yang sesuai dengan tuntutan Islam.


Partai politik yang benar adalah partai politik yang yang menyandarkan pada fikrah dan thoriqoh yang benar yaitu yang berasaskan Islam bukan yang lainnya.


Partai yang dibangun di atas ideologi Islam akan meraih tujuannya.


Wallahu a' lam bishawab

Indah Ummu Haikal

Aktif menulis di Komunitas Muslimah Rindu Surga




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini