Temukan Video Paling Vital, Komnas HAM Simpulkan: Gas Air Mata Penyebab Utama 132 Korban Meninggal di Tragedi Kanjuruhan

Komnas HAM mengantongi video kunci peristiwa di Pintu Temukan Video Paling Vital, Komnas HAM Simpulkan: Gas Air Mata Penyebab Utama 132 Korban Meninggal di Tragedi Kanjuruhan
[PORTAL-ISLAM] Dalam investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM mengantongi video kunci peristiwa di Pintu 13 yang menjadi lokasi banyak orang meninggal dunia.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan video kunci itu direkam oleh korban Tragedi Kanjuruhan yang meninggal dunia.

Korban sebelum meninggal dunia sempat merekam detik-detik tragedi di stadion Kanjuruhan, mulai dari saat berada di tribun stadion hingga di pintu 13.

Video ini dinilai krusial karena menunjukkan bahwa gas air mata yang ditembakkan polisi berdampak langsung pada berhamburannya suporter dalam jumlah besar menuju pintu keluar. Para suporter kemudian terjebak dalam kondisi sesak nafas akibat terpapar gas air mata kemudian berdesakan dan akhirnya banyak menimbulkan korban meninggal dunia.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam menegaskan gas air mata menjadi penyebab utama yang membuat 132 orang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan.

Temuan tersebut berdasarkan hasil investigasi Komnas HAM yang terjun langsung ke lapangan dengan menemui beberapa korban hingga personel Brimob.

Hal ini disampaikan Anam usai bertemu Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/10/2022) malam.

“Kami pertegas ini bahwa kenapa peristiwa Kanjuruhan, tragedi kemanusiaan Kanjuruhan 132 orang meninggal itu, penyebab utamanya apa? Penyebab utamanya adalah gas air mata,” ungkap Anam.

Anam menyatakan, gas air mata yang ditembakan ke arah tribune penonton hingga kerumunan massa membuat mereka mengalami kepanikan.

Ketika panik, mereka kemudian berlari menuju pintu keluar sembari menahan sakit mata dan dada akibat tembakan gas air mata.

Ketika massa berada di pintu keluar, mereka justru berdesak-desakan tidak bisa keluar dan akhirnya korban berjatuhan.

“Di titik itulah banyak korban berjatuhan,” ungkap Anam.

Anam juga mengaku mempunyai semua informasi perihal penembakan gas air mata, baik penembakan gas air mata di dalam maupun di luar stadion.

“Kami menemukan semua informasi soal gas air mata, mau di luar stadion, di dalam stadion, jam berapa dan lain sebagainya,” imbuh dia.

[VIDEO]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini