Konser ‘Berdendang Bergoyang’

Konser musik Berdendang Bergoyang [Instagram/@berdendangbergoyang]

Teh Wiwin (Komunitas Muslimah Rindu Surga, Bandung)

Konser 'Berdendang Bergoyang' yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat dihentikan pada Sabtu, 29 Oktober 2022 malam karena over kapasitas juga terdapat indikasi adanya minuman keras pda saat acara (tvonenews.com, Minggu, 30 Oktober 2022). Belum lagi dengan adanya tindak krimanlitas pencopetan dan beberapa orang pingsan akibat berdesakan di tempat acara, juga karena kurangnya tenda-tenda fasilitas Kesehatan (Kompas.com, Minggu 30 Oktober 2022). 

Pertanyaan yang hadir di benak masyarakat adalah mengapa pihak kepolisian baru menghentikan acara setelah nampak kekacauan? Padahal sebagai pihak keamanan mestinya bisa memperkirakan jauh-jauh hari apa konsekuensi negatif dari penyelenggaraan acara ini. Apalagi sampai terjadi pelanggaran over kapasitas, kriminalitas, dan miras. 

Pemberian izin konser ini bertolak belakang dengan pembatalan acara Hijrah Fest yang beberapa waktu lalu rencana diselenggarakan di Surabaya. Belum mulai saja, sudah dihentikan. Padahal kegiatan ini sarat dengan acara positif dan jauh dari resiko tindak kriminalitas. 

Pemberian izin terhadap konser yang tidak bermanfaat terhadap pembentukan generasi sebagai pilar peradaban cemerlang, merupakan indikasi pemerintah tidak benar-benar menaruh perhatian terhadap pembangunan manusia. Khususnya generasi muda yang akan menjadi tonggak peradaban di masa depan. 

Padahal kita bisa belajar dari sejarah, pembentukan generasi yang berhasil menjadikan pemudanya para pemimpin dunia ada pada Islam. Ada pesan menohok dalam Islam terkait generasi muda yang disampaikan dalam Al Quran QS. An Nisa ayat 9. Berbunyi, "Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."

Dalam hal ini, dhoif bisa bermakna luas. Makna pertama adalah lemah dalam akidah. Makna kedua adalah lemah dalam mental dan fisik. Makna ketiga adalah lemahnya skill para pemuda. 

Konser "Berdendang Bergoyang" sama sekali tidak memperkuat akidah, mental/fisik, maupun skill. Sebaliknya, konser ini justru malah melemahkan para generasi muda dan menjadikan mereka generasi dhoif. Naudzubillahimindzalik. 

Maka dari itu, harapannya pemerintah mulai meninjau kegiatan-kegiatan kepemudaan. Namun sayangnya kebijakan pemerintah yang menjamin kegiatan dan lingkungan islami hanya sebatas angan, selama pemerintah belum menerapkan aturan Islam di tahap kostitusional. Karena pemerintahan yang masih memakai ideologi kapitalis cenderung akan menabrak pakem selama bersifat profit. Sementara pemerintahan yang menganut sistem Islamlah yang akan mampu mewujudkannya. Wallahua'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini
Tekan Tombol Close Untuk Menutup

Banner iklan disini