Mahasiswa Atheis menertawakan ajaran Islam mencegah musibah dengan amal sholih, Pak Kyai beri jawaban makjleb

Suatu hari seorang mahasiswa ateis kiri iseng mendengar ceramah kyai di masjid tentang be Mahasiswa Atheis menertawakan ajaran Islam mencegah musibah dengan amal sholih, Pak Kyai beri jawaban makjleb
[PORTAL-ISLAM]  Suatu hari seorang mahasiswa ateis kiri iseng mendengar ceramah kyai di masjid tentang bencana.

Hatinya kesal karena menganggap ceramah itu tidak masuk akal, absurd, tidak ilmiah dan pembodohan oknum elit agama terhadap masyarakat kecil.

Menurutnya, untuk meminimalisir bencana masyarakat harus diedukasi dengan sains. Mosok mau nyegah bencana malah disuruh:

1. Sedekah
2. Sujud berjilid-jilid sampai ngejengkang
3. Puasa
4. Bertaubat mohon ampun

Apa hubungannya dengan sesar dan lempeng tektonik yang terus bergerak, gumamnya. Bagaimana bisa orang sujud mencegah magma yang mau meletus.

Suatu hari, si mahasiswa nongkrong di Warkop mie instan, menertawakan ceramah pak kyai. Yang dia anggap bahwa agama itu candu konyol dan tidak memberi solusi realistis.

Namun ucapan si mahasiswa terdengar oleh pak kyai yang kebetulan juga ke warung untuk beli esteh.

Disamperin lah si mahasiswa dan diajak ngobrol.

K: Permisi dek, boleh saya duduk di sini.

M: Oh, mangga pak. Monggo silakan

K: Tadi saya dengar adek menertawakan ajaran agama bahwa amal baik untuk mencegah musibah.

M: Iya pak, soalnya ga masuk akal. Harusnya kan kita edukasi masyarakat tentang penanggulangan bencana secara ilmiah. Misalnya penguatan struktur bangunan, menjauhi daerah rawan. Kan mudah dan realistis ya pak.

K: Kalau itu saya setuju, semua umat Islam juga pasti setuju. Yang jadi pertanyaan mayoritas penduduk di sini hidup pas-pasan, bahkan cenderung miskin. Apa guna kita bikin seminar struktur bangunan kalo mereka ga punya uang untuk merenovasi rumah.

Apa guna kita mengingatkan bahaya tinggal di suatu wilayah, kalo ga ada yang kasih mereka tanah pengganti dan rumah pengganti cuma-cuma.

Tidak ada jaminan juga di tempat baru lebih aman. Pengetahuan ilmuwan pun terbatas. Prediksinya pun cuma dalam ranah kemungkinan, sebatas adanya resiko, dsb, tidak tahu pasti kapan terjadi gempa.

Nah makanya dalam Islam, jika seluruh ikhtiar sudah mentok, maka selanjutnya tinggal bertawakal. Salah satu bentuk tawakal kepada Allah adalah banyak-banyak beramal baik. Karena mudah bagi Allah menangguhkan bencana. Meminimalisir. Membuat kita selamat. Atau membuat yang mati masuk surga.

M: Terus terang dalam kacamata saya kita tidak bisa mengandalkan hal-hal yang tidak terbukti macam Tuhan, iblis, jin, dewa, dayang dll pak. Semesta tidak tunduk pada hal-hal yang tidak ada.

K: Silahkan saja kalau itu keyakinan kamu. Sekarang saya mau tanya, kalo upaya manusia sudah mentok. Apa yang harus kita lakukan menurut kamu?

M: Ya berbuat positif aja untuk alam dan sekitar. Sembari berharap semesta mendukung apa yang kita perbuat.

K: Nah apa bedanya menganjurkan orang banyak sedekah, sholat, puasa dan berdoa perlindungan kepada Allah supaya tidak kena bencana. Kamu lebih aneh, Tuhan katanya tidak ada tapi alam semesta kok ada mata dan telinganya?

M: Ini soal filosofi aja pak dan kemungkinan adanya kesadaran kosmos dari keacakan. Oh iya, tapi dalam Islam kenapa ada standar ganda pak?

K: Standar ganda gimana dek?

M: Itu, kalo orang Islam yang kena musibah katanya ujian, tapi kalo non-islam kok disebut azab? Padahal sama-sama mati dan rusak semuanya.

K: Gampang saja dek, karena dalam keyakinan kami mati dalam keadaan beriman kepada Allah akan masuk Surga. Sedangkan yang tidak beriman pada Islam akan masuk neraka. Bencana juga menjadi peringatan bagi yang hidup.

Kamu pun punya standar ganda tadi, menghadapi bencana pakai doa dan amal baik dikata tidak masuk akal, lah kamu sendiri nyuruh berbuat positif dan percaya semesta punya kuping.

M: (Glekkk)

--------------------
Yuk yang percaya amal baik bisa mencegah musibah, atau meminimalisir bencana. Masih terbuka patungan alat bor sumur. Alhamdulillah sudah terkumpul Rp 47 juta dari Rp 250 juta kebutuhan.

Bayangkan jika alat nanti berhasil kita beli, lalu dalam 5 tahun bisa mengebor 500-1000 sumur, maka siapapun yang berdonasi meski hanya 10 ribu rupiah saja, Insya Allah akan kebagian amal jariyah. Bukan cuma jariyah dari alat bor, tapi juga dari semua sumur yang digali.

Patungan bisa lewat sini:
BSI - 9082165120
Muamalat - 1080013496
a.n. Little Project

Konfirmasi: 081248633910 (opsional)

Catatan: 
-Seluruh dana donasi (100%) akan dibelanjakan untuk pengadaan alat dan jika ada sisa untuk beli bensin/solar operasional, tidak akan saya ambil 1 rupiahpun kecuali potongan bulanan administrasi bank.

-Saya tidak akan ikut mengail keuntungan 1 rupiahpun dalam proses pembelian alat-alat ini. Semisal saya nyambi jadi penjual alat atau makelar alat untuk dapat fee pembelian dll, semua proses diserahkan kepada orang lain yang punya kapasitas mendapatkan barang berkualitas dan harga termurah.

-Tidak diiklankan berbayar, karenanya butuh dukungan njenengan sekalian untuk menyebarkan program ini dengan sukarela.
Suatu hari seorang mahasiswa ateis kiri iseng mendengar ceramah kyai di masjid tentang be Mahasiswa Atheis menertawakan ajaran Islam mencegah musibah dengan amal sholih, Pak Kyai beri jawaban makjleb

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini
Tekan Tombol Close Untuk Menutup

Banner iklan disini