MATEMATIKA ALLAH, RIZQI TAK DIDUGA

Matematika Alloh itu berbeda dengan matematika manusia MATEMATIKA ALLAH, RIZQI TAK DIDUGA
MATEMATIKA ALLAH

Matematika Alloh itu berbeda dengan matematika manusia. Jika manusia menghitung 1+1=2, maka tidak demikian dengan matematika langit. Hitungan 1+1 bukanlah 2, tapi bisa menjadi 11, 110, atau bahkan jutaan. Tak ada yang mustahil bagi-Nya. Semuanya sangat mudah bagi Alloh.

Itulah yang sering kami alami selama membersamai TK Persis Samirono . Secara logika, sangat sulit bagi TK Persis untuk mengadakan bakti sosial. Sekolahan ini gratis, tak ada pungutan biaya sama sekali. Lantas bagaimana membiayai operasionalnya? Dan dari mana jalannya agar bisa membiayai berbagai kegiatan bakti sosial? 

Jawabannya adalah dari langit. Alloh-lah yang menggerakkan orang-orang baik di berbagai kota untuk mendukung segala kegiatan kami. Sangat mudah bagi-Nya untuk mengetuk pintu hati manusia. Dengan catatan harus berikhtiar maksimal lebih dahulu. Harus berusaha sekuat tenaga mewujudkan impian tersebut.

Kami baru saja selesai mengadakan baksos khitan sehat. Bisa dikatakan ini acara mendadak. Persiapan hanya 1 minggu. 

Bisa dibayangkan bagaimana mendadaknya acara ini. Sejak pengumuman dikeluarkan hingga pelaksanaan acara itu hanya ada waktu 1 minggu. Pendaftaran peserta khitan 30 Des 2022-7Januari 2023. Dan pelaksanaannya 8 Januari 2023. Benar-benar sangat mepet.

Tapi berbekal keyakinanan kuat, maka kami tetap maju melangkah. Karena kami yakin akan selalu ada pertolongan tak terduga. 

Saya tidak open donasi sama sekali. Tak ada tulisan mengajak teman-teman untuk iuran. Karena saya berfikir pastilah pendaftarnya sedikit sehingga masih bisa kami tangani sendiri. Dalam benak saya, pendaftarnya paling 5 anak. Lha wong pengumuman cuma seminggu, pastilah peminatnya sedikit. Saya santai sekali. Masih bisa handle tanpa perlu open donasi. Cukup iuran internal TK pastilah bisa.

Awalnya saya hanya belanja bingkisan untuk 5 anak, juga persiapan 5 amplop. Konsumsi juga bisa dihandle. Karena saat itu tak berfikir bahwa rombongan pengantar khitan ternyata banyak sekali 😁.

Ternyata dugaan saya meleset. Pendaftarnya bertambah lagi. Pada H-2, pendaftar sudah ada 10 anak. Otomatis saya belanja lagi. Dan bagian konsumsi juga harus segera belanja. Setelah diitung-itung, ternyata habisnya lumayan juga. Saya mulai gelisah tapi tetap tenang.

Dan pertolongan Alloh datang di saat-saat terakhir. Pada malam hari H, ada beberapa orang yang tiba-tiba transfer mendadak. Jumlahnya bisa untuk menutupi saldo yang minus. Bahkan bisa untuk belanja lagi ketika kami kewalahan dengan rombongan pengantar 😀.

Alhamdulillah acara khitan berjalan dengan lancar. Dan terlaksana dengan baik. Kami yakin ini semua berkat doa banyak orang. Doa dari orang-orang baik. 

Bisa jadi ini berkat doanya Alif. Seorang peserta khitan yang datang jauh-jauh dari lereng Gunung Gajah. Dia datang bersama kakeknya. Karena memang selama ini dia diasuh oleh kakeknya yang hanya seorang buruh tani.

Kedua orang tua Alif telah bercerai. Sejak itu, ayahnya tak pernah menengoknya ataupun menafkahinya. Sedangkan ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Ibunya harus bekerja keras membanting tulang di luar kota. 

Terpaksa Alif diasuh oleh kakeknya. Anak yang broken home ini keluar dari sekolah sejak kelas 3 SD. Saat ini usianya 13 tahun. Dia tidak punya ijazah SD. Sungguh sangat memprihatinkan melihat seorang anak kecil menjadi korban pertikaian kedua orang tuanya. Dia tidak merasakan dekapan hangat ayahnya ataupun belai kasih ibunya. 

Mungkin Alif berdoa agar bisa segera sunat. Mungkin juga kakeknya yang berdoa agar bisa sunat gratis karena tak ada biaya. Dan doa-doa mereka mampu menembus langit. Akhirnya Alloh menggerakan hati banyak orang baik untuk terselenggaranya acara khitan sehat ini. Sebuah acara khitan gratis dengan teknologi modern dan digawangi oleh dokter spesialis urologi.

Melihat Alif, membuat hati saya gerimis. Dia datang nun jauh dari desanya yang terpencil. Dia menuruni gunung bersama kakeknya tercinta. Entah dimana ayahnya. Kakeknya dengan penuh kasih menelusuri jalanan berliku pegunungan. Dan akhirnya sampai di TK Persis.

Kami sangat bahagia bisa membantu Alif dan kakeknya. Rasanya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Mereka adalah sosok-sosok sederhana. Dan mereka melantunkan doa untuk seluruh panitia. Lantunan doa sebagai tanda ucapan terima kasih. Dan doa tersebut adalah doa tulus. Kami percaya bahwa berkat doa-doa merekalah kegiatan khitan ini bisa berjalan lancar.

Selain Alif, ada juga nama-nama lain. Nama anak-anak peserta khitan dari berbagai desa lintas kecamatan. Bahkan lintas kabupaten. Karena peserta khitan ini berasal dari Kab Semarang dan Kota Salatiga.

Berkat doa orang banyak inilah kami bisa terus berjalan. Kami percaya bahwa sebuah doa adalah senjata terbaik. Doa-doa orang yang benar-benar membutuhkan mampu menggetarkan pintu langit. Doa-doa merekalah yang mampu membuat TK Persis bisa sering mengadakan bakti sosial.

Masya Alloh, betapa indahnya berteman dengan orang-orang baik. Juga berteman dengan orang-orang yang kurang beruntung. TK Persis menjadi jembatan mereka.

Jazakumullohu khoiron katsier.

*Foto: Alif beserta pak dokter dan panitia.
Saya ngga nemu fotonya saat berdua dengan kakeknya

(By Widi Astuti)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini
Tekan Tombol Close Untuk Menutup

Banner iklan disini